Akses Internet dalam Rumah Tangga Indonesia

Penggunaan internet berkaitan erat dengan kemudahan akses terhadap internet yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, dari ketersediaan infrastruktur sampai dengan kemampuan masyarakatnya. Dari segi ketersediaan fasilitas internet dalam kelompok masyarakat terkecil, yaitu rumah tangga, akses internet bagi anggota rumah tangga dapat berupa akses dari dalam rumah, dan akses dari luar rumah, seperti kantor/sekolah, warnet (warung internet atau sejenisnya) maupun tempat lainnya.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS tahun 2006, rata-rata persentase rumah tangga Indonesia yang mengakses internet dari rumah adalah sekitar 1,19%. Persentase terbesar rumah tangga mengakses internet adalah melalui kantor/sekolah, yaitu sebesar 2,43% dari rumah tangga yang disurvei. Terlihat dari grafik diatas, persentase terbanyak rumah tangga yang mengakses internet dari berbagai tempat adalah rumah tangga di Jawa, sedangkan yang terkecil adalah Maluku Papua.
Sebagai catatan, ruang lingkup Susenas (tahun 2005 dan 2006) mencakup seluruh propinsi di Indonesia dengan ukuran sampel masing-masing sekitar 278 ribu dari sekitar 52 juta rumah tangga di seluruh Indonesia (tidak termasuk rumah tangga dalam blok sensus khusus dan rumah tangga khusus, seperti asrama, penjara dan sejenisnya yang berada di blok sensus biasa).

Sumber :tikometer.or.id /Susenas 2006 , badan Pusat Statistik (BPS)